Wednesday, November 14, 2012


Keluarga
sakinah, mawaddah, & warohmah
 




















Oleh
Nama  :   Aulia Fitriana
Kelas    :   8I
No        :   06

SMPN 20 MALANG
Jl. R. Tumenggungsuryo 38
Tlp. 0341- 491806

Sakinah Mawaddah Warahmah

Allah SWT telah berfirman dalam ayatnya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21).

Membentuk keluarga sakinah penuh berkah merupakan tuntutan fitrah manusia dan agama. Keluarga yang dikehendaki oleh fitrah manusia adalah yang dapat mewujudkan sakinah, sehingga tercipta mawaddah dan rahmah. Keluarga sakinah yang dikehendaki oleh fitrah manusia dan agama ialah terwujudnya suasana keluarga yang bersatu tujuan, selalu dapat berkumpul dengan baik, rukun dan akrab dalam kehidupan sehari-hari, penuh persahabatan, intim, saling menghargai, saling mempercayai, dan bersikap ramah tamah antara satu dengan yang lain.

Dengan suasana itu, terciptalah perasaan sama-sama senang dan keinginan untuk meredam emosi yang negatif sehingga kehidupan keluarga membawa kebaikan bagi semua anggota keluarga dan berdampak ketenangan bagi lingkungannya sehingga dapat tercipta suasana salam(damai dan sejahtera) dan aman di tengah masyarakat. Inilah yang dimaksud dengan “keluarga sakinah penuh berkah”.Keluarga seperti ini hanya dapat diwujudkan dengan berpangkal tolak pada ajaran agama.

 

Sakinah
Dalam bahasa Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Namun, penggunaan nama sakinah itu diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu ilaiha, yang artinya bahwa Allah SWT telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain.Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.
Mawaddah
Di dalam keluarga sakinah itu pasti akan muncul mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu kasih sayang pada lawan jenisnya (bisa dikatakan mawaddah ini adalah cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada lawan jenisnya). Karena itu, Setiap mahluk Allah kiranya diberikan sifat ini, mulai dari hewan sampai manusia. Mawaddah cinta yang lebih condong pada material seperti cinta karena kecantikan, ketampanan, bodi yang menggoda, cinta pada harta benda, dan lain sebagainya. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang.
Warohmah
Wa artinya dan.
Sedangkan Rahmah (dari Allah SWT) yang berarti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. (lihat : Kamus Arab, kitab ta’riifat, Hisnul Muslim (Perisai Muslim) Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah lebih condong pada sifat qolbiyah atau suasana batin yang terimplementasikan pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niatan pertama saat melangsungkan pernikahan adalah karena mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah serta bertujuan hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Ciri – ciri keluarga Sakinah, Mawaddah, & Warohmah
1. Memiliki semangat kebersamaan secara ikhlas
Suami istri yang memiliki kebersamaan lahir batin yang mendalam akan dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga sakinah dan penuh berkah. Dikatakan memilki kebersamaan lahir batin antara lain apabila:
1)Suami istri menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan agama.
2)Suami istri saling mengenal tipenya.
3)Suami istri bebas dari hal-hal yang menyebabkan perceraian.

2. Menjaga kebersihan aqidah
Keluarga yang ingin hidupnya menjadi sakinah penuh berkah wajiblah memiliki aqidah yang bersih agar tidak terombang-ambing oleh berbagai macam kepercayaan yang merusak ketentraman, ketenangan, dan keteguhan hatinya dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari.

3. Memelihara ibadah
Agar dapat melaksanakan ibadah dengan ikhlas, kita wajib memelihara ibadah dengan seksama dan melaksanakannya sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

4. Giat melakukan amar ma’ruf nahi munkar
Usaha yang dapat dilakukan untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar yaitu:
1)Senantiasa menegakkan agama Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2)Menjauhi tatanan hidup sekuler

5. Memiliki anak-anak yang shalih

6. Hubungan antara orang tua dan anak akrab

7. Hubungan sesama anak baik
Anggota keluarga dalam satu keluarga haruslah senantiasa berprilaku penuh kasih sayang, lemah lembut, bertutur kata sopan, dan berprilaku beradab. Dengan sikap ini, akan tercipta hubungan yang benar-banar baik dalam keluarga sehingga suasana keluarga penuh ketenangan dan kebajkan yang membahagiakan penghuninya.

8. Rezekinya halal

9. Suasana rumah islami
Rumah yang bersih dari hal-hal yang dilarang oleh islam akan dipenuhi oleh suasana saling mencintai, menyayangi, cerah, tentram, aman, dan bahagia.
Cara mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, & warahmah
1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.
2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.
3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.
4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilaran Allah SWT
5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka.
6. Istri berusaha menjalankan kewajibann ya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata.
7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.
8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.
9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.
10.Suami istri selalu meomoh kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.
11. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga. Dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya. 

Wallahu a'lam

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More