Dikisahkan
bahwasanya ada seorang wanita yang memiliki anak yang sangat jahat dan
hari-harinya pun dilalui dengan lumuran dosa.
Si
ibu yang merupakan sosok wanita shalihah yang menyadari anaknya seperti itu,
tentu saja menyuruh si anak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya dan
kemudian berbuat kebajikan serta tidak berpindah lagi kepada kebiasaan buruknya
tersebut. Tetapi, anaknya tetap membandel, ia tidak mau berpindah dari kelakuan
jahatnya yang telah dilakukannya selama ini.
Perbuatan
maksiat itu terus dilakukannya sampai ia menemui ajalnya. Maka bersedihlah sang
ibu demi melihat anaknya yang mati tanpa tobat, dimana ia tidak melihat satu
sisi pun dari kehidupan anaknya yang akan menyelamatkannya di hadapan Tuhan
Penguasa Akhirat. Sang ibu tampaknya pasrah dengan nasib buruk yang akan
dialami oleh sang anak di dalam kubur dan lebih-lebih di neraka.
Di
suatu malam, ketika wanita itu tertidur, ia bermimpi tentang anaknya disiksa
oleh malaikat penjaga kubur di dalam kuburnya. Akibatnya, semakin bertambah
kedukaan sang ibu tersebut manakala bayangannya selama ini dilihatnya secara
langsung sekali pun hanya dalam mimpi. Tetapi benarkah sang anak disiksa?
Ternyata, ketika sang ibu memimpikan lagi anaknya di lain kesempatan, ia
melihat anaknya dalam rupa dan kondisi yang sebaliknya dalam mimpi sebelumnya.
Ia melihat anaknya saat itu diperlakukan dengan perlakuan yang sangat elok,
yang berada dalam keadaan suka dan bahagia.













